USAHAMUDA

Sukses Mempertahankan Mainan Tradisional, Hingga Pemasaran ke Luar Jawa

Mempertahankan Mainan Tradisional
Sugianto (47) Pemilik Kerajinan Mainan Kayu. Foto : Fikho

MINIARTIKEL.COM, MALANG – Masih ingatkah dengan mainan tradisional kuda – kudaan? Berbahan dasar kayu yang diolah sedemikian rupa hingga menjadi bentuk kuda yang dapat ditunggangi oleh anak kecil. Itulah yang dilakukan oleh Sugianto, pria asli Lawang, Kab.Malang pemilik “UD. Ginto” yang sampai saat ini masih menekuni bisnis mainan kudan – kudaannya tersebut.

Mempertahankan Mainan Tradisional
Karyawan UD.Gianto sedang membuat mainan kuda – kudaan

Awalnya ikut bersama kakaknya ke Bali pada tahun 1986 berjualan mainan kuda tersebut. Lalu sekitar tahun 1992 pulang ke Malang dan ikut tetangganya yang bernama Mustofa ke kota Semarang untuk berjuaalan mainan keliling sekitar 3 tahun, hingga pada akhirnya memutuskan untuk membikin mainan sendiri.

Untuk waktu pembuatannya sendiri tergantung pada orangnya, ada yang pengerjaannya cepat tapi hasilnya tidak memuaskan, banyak pengrajin yang seperti itu karena hanya mengejar jumlah pesanannya. Segi pemasaran selama ini ke Bali, Banyuwangi, Situbondo, Jember, Lumajang, di Malang sendiri justru tidak karena sudah banyak teman sesama pengrajin mainan ini yang menjual dengan harga yang sangat murah, tapi kualitas dan bahannya kurang baik.

Mempertahankan Mainan Tradisional
Contoh kerangka mainan kuda – kudaan yang sedang di jemur untuk ke tahap finishing. Foto : Fikho Indrawan

Varian harga mulai dari Rp 47.000 sampai dengan Rp 53.000. Untuk persaingan selama ini dari lingkungan terdekat saja, dalam sebulan pengiriman bisa sampai 400 – 500 buah mainan kuda ini, tapi hambatannya ketika musim hujan pemasarannya sulit. Tenaga kerja selama ini dikerjakan oleh Sugianto sendiri beserta adiknya, karena jika memakai tenaga orang lain hasilnya kurang sesuai harapan, karena dalam sehari pembuatan mainan kuda ini tidak sampai 5 buah mulai dari pembuatan sampai finishing.

Sugianto menyampaikan, sebenarnya sudah dari dulu dibentuknya paguyuban Pengrajin mainan kuda – kudaan ini yang mana pada saat itu dikumpulkan di kantor Kecamatan, hanya saja banyak dari para pengrajin mainan kuda – kudaan ini yang tidak antusias dan tidak mendukung. Untuk bahan bakunya sendiri dari Singosari, kayunya menggunakan jenis kayu kemiri yang biasanya digunakan untuk memasak, pewarnaan menggunakan cat kayu biasa pada umumnya, hambatannya dari tukang sendiri karena untuk menggajinya kurang. (fkh)

Penulis : Fikho Indrawan
Editor : Novan Risky

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.