USAHAMUDA

Merekrut Para Mantan Narapidana Untuk Merubah Limbah Menjadi Berkah

Merubah Limbah Menjadi Berkah
Jumaro Joko Pratomo, pemilik Galeri 76. Foto : Fikho Indrawan

MINIARTIKEL.COM, MALANG – Janganlah limbah dianggap hal yang tidak berguna, karena apapun itu semua bisa menjadi hal yang berharga jika ingin mengolah hingga sedemikian rupa. Bagi Jumaro Joko Pratomo pria berusia (46), yang bekerja sebagai karyawan perusahaan otomotif di Yogyakarta ini setiap pulang ke Kebon Agung, di pinggiran Kota Malang, Jawa Timur, ia selalu menyempatkan diri untuk menyusuri jalan desa, sawah serta ladang di dekat rumahnya.

Merubah Limbah Menjadi Berkah
Galeri 76 tampak depan, banyak display produk ukiran yang dipajang. Foto : Fikho Indrawan

Pada saat itu pergi ke Sungai Metro, ia menjumpai tumpukan limbah berupa bonggol bambu yang berserabut akar. Ia memandang bonggol bambu tersebut dengan lama, tiba – tiba ada yang terlintas dipikirannya. “Ini dia yang saya cari” sudah lama ayah dua anak yang berlatar belakang pendidikan desain interior dan kerajinan tangan ini mencari bahan baku, untuk dijadikan suatu karya produk yang unik.

Tentang media atau bahan baku itu, Joko membuat kriteria seperti mudah didapat, harga terjangkau, belum ada yang menggunakan sebagai bahan baku kerajinan tangan. Baginya bonggol bambu yang ditemukan di tepi sungai itu memenuhi kriterianya. Selain mudah didapat, benda itu tak ada harganya, karena sudah dibuang menjadi limbah. Dan selama ini hampir belum ada yang memanfaatkannya menjadi benda bernilai seni. Awalnya memulai dengan mencorat coret bonggol bambu tersebut, akhirnya terciptalah bentuk kalajengking, itu karya akar bambu saya yang pertama, ungkap Joko.

Merubah Limbah Menjadi Berkah
Ukiran bentuk kepala hewan. Foto : Fikho Indrawan

Pada saat itu sisa uang hanya 300 ribu, mulailah Joko membeli peralatan pertukangan mulai dari pahat, parang, palu, serta lem. Setelah karya yang pertamanya bentuk kalajengking, mulailah muncul ide baru. Ada patung bebek, bebek – bebekan yang dibuat dalam jenis, seperti asbak rokok dan banyak macam.

Rumahnya yang beralamat Jalan Raya Kebon Agung No. 28, berukuran sekitar 50 meter persegi segera dirombak untuk dijadikan ruang pamer. Sementara teras rumah yang seluas kurang lebih 18 meter persegi dijadikan bengkel kerjanya. Papan nama terpasang dengan nama, Galeri 76. “Nama itu diambil dari tanggal berdirinya usaha tersebut, 7 Juni tahun 2000,” kata Joko. Produksi pertama berupa 10 unit bebek – bebekan plus satu unit orang – orangan tipe etnik, dipajang. Di Malang dan sekitarnya, belum ada yang menekuni kerajinan seperti ini. Memang ada yang mirip tapi pada umumnya terbuat dari kayu.

Merubah Limbah Menjadi Berkah
Bermacam – macam bentuk ukiran bonggol bambu yang telah siap untuk dipasarkan. Foto : Fikho Indrawan

Karena masih baru, karya Joko tak segera terjual. Saat itu ia bisa dibilang masih meraba – raba dan bertanya – Tanya. Kerajinan dari akar bambu memang unik dan menarik. Ia dibantu oleh paman, pegawai yang pertama kali ia rekrut, dan terus berkarya. Semakin hari mereka semakin ahli dalam merancang desain. Disimpulkan bahwa kerajinan berupa orang- orangan, patung, dan kupu – kupu menjadi produk andalan.

Ketiga desain ini pula yang kemudian dipamerkan di Inacraft, Jakarta, Januari 2002. Berlangsung di Jakarta Convention Center. Inacraft merupakan acara pameran kerajinan tingkat nasional. Meskipun gerai pamerannya tidak besar, Galeri 76 mampu menarik minat konsumen asal Ameika dan Belanda. Tidak tanggung – tanggung, pembeli dari kedua negara itu memesan produk patung bebek, patung orang etnis, dan kupu – kupu berbentuk lampu tidur dalam jumlah yang besar, 1 miliar.

Balik ke Kebon Agung, ia segera mengerahkan semua potensi yang ada untuk memenuhi pesanan itu. Ia optimis dengan itu semua, dan ternyata memang bisa. Pesanan perdana itu menghasilkan keuntungan kotor Rp. 500 juta lebih. Sejumlah peralatan segera dibeli, antara lain senso (gergaji mesin), serkel (gergaji duduk), gerinda dan bor serta sejumlah peralatan lain. Pabrik pertama segera dibuka di daerah Mbendo, Malang.

Merubah Limbah Menjadi Berkah
Bermacam – macam bentuk ukiran wajah orang entnik. Foto : Fikho Indrawan

Setelah menyelesaikan pembelian lahan dan peralatan, Joko mulai berpikir untuk merekrut pegawai. Hal yang tidak biasa, ia mendatangi Lembaga Pemasyarakatan (LP) di Malang dan sekitarnya. Kepada pimpinan LP, ia mengutarakan niat untuk memberdayakan mantan narapidana, khususnya yang telah ditempa di bidang kerajinan dan mampu memahat. Mempekerjakan eks napi, yang dianggap sampah oleh masyarakat? “Saya ingin membuktikan bahwa mereka itu bisa dikaryakan,” kata Joko. Mereka memang punya masa kelam, dan masyarakat umumnya enggan berhubungan dengan mereka. Joko berpendapat lain, ia yakin, eks napi itu juga adalah manusia seperti kita. Bila diberi kesempatan, insya Allah mereka bisa menjadi baik.

Joko bekerja sama dengan balai pelatihan di LP untuk menjaring napi yang telah terlatih dan akan habis masa hukumannya dalam waktu dekat. Dalam waktu kurang dari sebulan terjaring 36 orang dan segera ditempatkan di Mbendo. Mereka kebanyakan berasal dari keluarga miskin. Hingga kini, mereka umumnya masih setia kepada Joko dan bisa memperbaiki kondisi ekonomi keluarga. Yang membuat Joko bangga, ada dua orang yang kini membuka usaha yang sama berkat bantuannya.

Rezeki memang sudah ada yang mengatur. Pertengahan 2002, pada pameran kerajinan di Nusa Dua, Bali, dua importer dari Jepang tertarik menyaksikan benda – benda di counter Galeri 76. Mereka memberi order, nilainya 2 miliar, atau dua kali lipat dari order perdana. Alhamdulillah, pesanan bisa dipenuhi sesuai jadwal. Berapakah itu? Seperti yang pertama sekitar 50%. Setelah Amerika, Belanda, dan Jepang “dikuasai”, Galeri 76 mulai mengepakkan sayap ke Belgia, Dubai, dan Australia. Di Dubai ada 13 importir yang tertarik. Kebanyakan mereka mengenal produk akar bambu buatan Joko lewat pameran, seperti pameran kerajinan BPPN, Deperindag, dan sebagainya.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.